Dear Friendly Doze
Tuesday, May 29th, 2007Then I begin to realize that sleeping trouble of mine has give its own flavour.
Instead of look for some attention and admittance, been too busy look for a friendly doze for my sleeping trouble. Tp bodohnya,ternyata pikiran ini sama saja dengan yang lain, merasa beda biar diliat sama yang lain. Casing aja beda, spare part nya itu itu juga.
Mau beda, mau sama, lagi-lagi cuma soal pilihan. Termasuk juga pilihan untuk mentertawakan sekeliling, termasuk mentertawakan diri sendiri. HIburan yang sangat menyenangkan. Kita semua badut, termasuk diri saya sendiri. Bikin lelucon tiap hari..dengan pilihan favorit, ibarat film, tetep bergenre drama. Mau bikin full action, tetep aja ujung ujung nya drama..mencoba untuk mencuri perhatian dan perasaan.
PRETTT!!!
Kembali lagi ke masalah sulit tidurnya saya. Friendly doze..oh friendly doze , saya ibarat seorang Juliet yang merindukan Romeo nya dalam penantian panjang di tengah konflik yang tak berkesudahan. Bilakah tiba? berharap wujudnya bukan lah sesuatu yang menambah item ketergantungan, karena tembakau saja sudah cukup memenuhi daftar saya. Akan lebih bagus jika bisa diproduksi sendiri oleh tubuh.
Bahkan tidur pun menjadi hadiah termahal yang bisa saya berikan untuk diri sendiri.
Paling tidak, waktu untuk menghibur diri jadi lebih banyak. Makin banyak waktu untuk memikirkan, atau mungkin merencanakan…kebodohan apalagi yang bisa saya lakukan, jadi saya bisa tertawa. Tapi tetap saja saya merindukan kebersamaan dengan alam bawah sadar dengan porsi secukupnya…..
Bilakah bertemu lagi?