Joyful of a Venus
July 9th, 2007 by dewdew
Pada tanggal tanggal tertentu tiap bulannya, saya
pasti menjadi seorang drama queen kelas teri. Emosi meledak tak tentu
arah (walaupun kata banyak teman saya, itu sudah jadi kebiasaan tiap hari).
Malam hari nya, tiba-tiba saja menangis tanpa alasan ga jelas, dan bersahabat
dengan berlembar-lembar tisu hingga bangun dengan mata sembab di keesokkan hari
nya. Bagian yang paling memberatkan adalah, saya harus mengeluarkan budget
lebih untuk membiayai semua kegiatan picisan ini. Telfon sana sini dengan omongan tak tentu arah,
berdurasi panjang pula. Pasti itu saya lakukan.
Nama populernya PMS alias Pre Menstruasi Syndrome.
Pun hingga saat nya, sang
tamu bulanan itu tiba..huru hara yang ditimbulkan nya masih berlanjut. Keram perut, plus naiknya asam lambung
pasti memaksa saya untuk memuntahkan isi perut ini berkali-kali. Komentar iseng
seorang teman yang memergoki ketika melihat saya "nembak" di toilet
pun keluar "Telat ngangkat ya mba, makanya ati-ati".
"Terserah lo aja,
kampret!!" umpat saya dalam hati.
Bagi beberapa teman pria saya. PMS cuma bagian dari justifikasi atas tindakan
irasional (yang katanya) seringkali dilakukan perempuan. "Bisa-bisa nya
kaum hawa aja, cari alasan untuk tindakan bodoh mereka karena ketidakmampuan
mengontrol emosi", begitu kira-kira komen para kaum adam tersebut.
Banyak dari teman
pria saya, yang bingung sekaligus kesal ketika tiba waktu pasangan nya
mengalami PMS. ”Rewelnya minta ampun, pernah satu kali gw terpaksa merelakan
badan gw penuh dicakarin”.
Apapun komentar
di seputar kegiatan ber PMS merana itu, saya cuma sedang belajar menikmatinya.
Menikmati ke ’perempuan’ an yang harus dilalui tiap bulan nya. Ada kalanya ibu
saya pun, agak bingung tentang ke ’perempuan’ an yang ada di diri anak perempuan satu-satunya. ”Beda
casing doang, ibu ku sayang, spare part nya mah sama ajah…”
Paling tidak
secara biologis, saya masih bisa menunjukkan organ reproduksi ke ’perempuan’ an saya ternyata masih
berjalan baik adanya. Saya perempuan dan saya sangat menikmati dengan segala
kontradiksi yang ada di dalamnya.